Modul DirectAdmin membuat, menangguhkan, memulihkan, dan menghapus akun hosting pelanggan secara otomatis di server reseller DirectAdmin milik Anda. Penyiapannya empat langkah, dan urutannya penting: modul DirectAdmin baru bisa dinyalakan bila sudah ada minimal satu server aktif.
1. Buat login key di DirectAdmin
Masuk ke DirectAdmin sebagai reseller, lalu buat Login Key — bukan memakai sandi akun Anda. Izinkan ketujuh perintah berikut; tidak perlu lebih:
CMD_API_PACKAGES_USER— daftar paketCMD_API_SHOW_RESELLER_IPS— daftar IP resellerCMD_API_SHOW_USERS— daftar akunCMD_API_SHOW_USER_CONFIG— rincian satu akunCMD_API_ACCOUNT_USER— membuat akunCMD_API_USER_PASSWD— mengatur sandi akunCMD_API_SELECT_USERS— menangguhkan, memulihkan, dan menghapus akun
Satu perintah yang terlewat tidak selalu ditolak terang-terangan: DirectAdmin bisa menjawab "berhasil" tanpa menjalankannya. Aplikasi memeriksa ulang hasilnya di server dan menggagalkan aksi dengan pesan yang menyebut perintah mana yang perlu diizinkan — tetapi lebih baik lengkap sejak awal.
Disarankan juga membatasi login key itu hanya untuk alamat IP server tempat aplikasi ini berjalan, supaya key yang bocor tidak bisa dipakai dari tempat lain.
2. Tambahkan server
Buka Pemenuhan → Modul → Server dan tambahkan server baru:
- Modul — pilih DirectAdmin. Tidak bisa diganti setelah server dibuat.
- Nama — nama pengenal, misalnya lokasi atau nomor server.
- Hostname — hostname atau IP saja, tanpa
https://dan tanpa port, misalnyada1.contoh.co.id. - Port — bawaannya 2222.
- Pakai HTTPS dan Verifikasi sertifikat SSL — keduanya menyala bawaannya. Matikan verifikasi hanya untuk sertifikat self-signed.
- Username — username reseller Anda di DirectAdmin.
- Login key — key dari langkah 1. Key disimpan terenkripsi dan tidak pernah ditampilkan lagi; saat mengubah server, kosongkan isian ini untuk mempertahankan key yang tersimpan.
- Aktif — biarkan menyala. Mematikannya adalah rem darurat; lihat Rem Darurat: Menonaktifkan Server.
Alamat jaringan internal seperti localhost atau IP privat ditolak sejak disimpan, kecuali pada pemasangan mandiri (self-hosted).
3. Uji koneksi
Dari menu aksi baris server, pilih Uji koneksi. Aplikasi menghubungi server dengan key yang tersimpan dan meminta daftar paket. Berhasil berarti "Terhubung — N paket tersedia"; gagal berarti pesannya menunjuk penyebab, misalnya login ditolak (periksa username dan login key), jawaban bukan API DirectAdmin (periksa port dan pilihan HTTPS), atau tidak bisa terhubung (periksa hostname, port, dan firewall). Hasilnya tersimpan di kolom Uji terakhir.
Perhatikan: uji ini hanya memakai perintah daftar paket. Lolos uji belum membuktikan keenam izin lainnya sudah diberikan.
4. Nyalakan modul
Buka Pemenuhan → Modul. Bagian DirectAdmin menyebut berapa server aktif yang dimilikinya. Nyalakan Aktifkan untuk penjualan baru, lalu tekan Simpan Perubahan. Tombol ini memerlukan izin Kelola Modul. Bila belum ada server aktif, penyimpanan ditolak dengan pesan "Belum bisa disimpan".
Modul Manual (dikerjakan staf) di halaman yang sama selalu menyala dan tidak bisa dimatikan. Langkah berikutnya: Membuat Produk Hosting DirectAdmin.
[Gambar — form server di Pemenuhan → Modul → Server dengan bagian Server, Akses, dan Status]