Begitu pesanan hosting lunas, modul DirectAdmin membuat akun di server dengan domain dari pelanggan, alamat email pelanggan, serta paket dan IP dari produknya. DirectAdmin tidak mengirim email sambutannya sendiri; kabar ke pelanggan dikirim aplikasi ini. Pelanggan wajib punya alamat email — tanpa itu aktivasi gagal, karena DirectAdmin mewajibkannya.
Username dibentuk otomatis
Username tidak dipilih siapa pun. Ia disusun dari potongan awal nama domain — paling banyak enam huruf atau angka, selalu diawali huruf — ditambah kode empat karakter dari nomor layanan. Panjangnya paling banyak 10 karakter. Contohnya tokosaya.co.id menjadi tokosa0001.
Karena selalu sama untuk layanan yang sama, percobaan ulang menyasar akun yang sama, bukan membuat akun kedua. Bila jawaban percobaan sebelumnya hilang padahal akunnya sudah jadi, aplikasi mengenali akun itu, mengatur ulang sandinya, dan mengirim sandi yang baru. Bila username itu ternyata dipakai akun lain dengan domain berbeda, aktivasi gagal tanpa mengubah apa pun.
Setelah aktif, identitas layanan berisi domain, username, dan panel (alamat DirectAdmin). Pelanggan melihatnya di Rincian akses pada Layanan Saya.
Sandi dikirim sekali dan tidak disimpan
Sandi akun dibuat acak dan dikirim satu kali lewat email "… sudah aktif", bersama pesan agar pelanggan menyimpan email itu dan segera mengganti sandi setelah masuk pertama kali. Aplikasi tidak menyimpan sandi itu di mana pun: staf tidak bisa melihatnya, dan email itu tidak bisa dikirim ulang.
Email bersandi ini dikirim saat itu juga dan tidak ikut setelan Email ke pelanggan pada bagian Penagihan (lihat Pengaturan Penjualan). Mematikan setelan itu menghentikan email transaksi lain, tetapi tidak email ini — sandi adalah akses, dan email ini satu-satunya jalannya.
Bila sandi tidak sampai
Bila alamat email pelanggan bukan alamat sungguhan — misalnya alamat buatan sistem — atau pengirimannya gagal, layanan tetap aktif tetapi sandinya hilang. Aplikasi menambahkan catatan ke Catatan internal dan mengirim lonceng "Sandi belum sampai: …" kepada staf. Atur ulang sandi akun itu di panel DirectAdmin, lalu sampaikan kepada pelanggan. Aplikasi ini belum punya tombol untuk mengatur ulang sandi.
Setiap perubahan dicek ulang di server
DirectAdmin bisa menjawab "berhasil" untuk perintah yang diam-diam tidak dijalankannya — penyebab yang paling umum adalah login key yang tidak diberi izin perintah itu. Karena itu setiap perubahan dibaca ulang: akun yang dibuat harus benar-benar muncul, keadaan tertangguh harus benar-benar berubah, dan akun yang dihapus harus benar-benar hilang.
Bila tidak cocok, aksi langsung gagal dan tidak diulang, dengan pesan "DirectAdmin menjawab sukses untuk …, tetapi … — periksa apakah login key mengizinkan …". Aktivasi yang gagal begini berakhir di Gagal Aktivasi dan sandinya tidak dikirim. Lengkapi izin login key, lalu jalankan Ulangi aktivasi.
Tangguhkan, pulihkan, dan hentikan menyentuh akun
- Tangguhkan menangguhkan akun di server; Pulihkan mengaktifkannya kembali. Akun yang sudah dalam keadaan tujuannya dibiarkan. Akun yang tidak ditemukan di server membuat aksinya gagal.
- Hentikan menghapus akun beserta seluruh berkas situs, email, dan database pelanggan dari server. Penghapusan ini tidak bisa dipulihkan, dan jendela konfirmasinya menampilkan peringatan itu. Akun yang sudah tidak ada di server dianggap tuntas.
Ini juga berlaku untuk penangguhan otomatis karena tunggakan dan pemulihan setelah pembayaran: keduanya benar-benar menangguhkan dan memulihkan akun di server. Rinciannya di Penangguhan Otomatis karena Tunggakan.
[Gambar — email layanan sudah aktif berisi domain, username, panel, dan kotak sandi]